Righteous Kill
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...
Quisque sed felis
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...
Etiam augue pede, molestie eget.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...
Bantara merupakan kenaikan tingkat yang dilakukan oleh para Pramuka Penegak. Acara bantara dilakukan setelah melakukan ujian SKU (syarat Kecakapan Khusus). Sedangkan SKU sendiri terdiri dari banyak macam keahlian yang harus dipenuhi oleh Pramuka penegak.
Acara Bantara bisa dilakukan dengan melakukan perkemahan 3 hari 2 malam di alam luar. Hal itu bertujuan untuk melatih para Pramuka Penegak agar bisa beradaptasi dan memberikan pengalaman hidup di alam luar yang jauh dari perkampungan. Dalam perkemahan tersebut tidak hanya berdiam diri saja, akan tetapi ada banyak hal yang bisa dilakukan dalam acara perkemahan tersebut. Disini akan kami sampaikan tips-tips untuk melakukan perkemahan Bantara.
A. Tips melakukan perkemahan Bantara
1. Cari tempat perkemahan yang enak dan nyaman.
Tempat perkemahan merupakan hal yang paling penting dan harus diperhatikan dalam setiap kegiatan Bantara. Tempat yang enak untuk melakukan perkemahan adalah tidak jauh dari pusat keramaian atau perkampungan agar jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, bisa segera meminta pertolongan. Carilah tempat yang aman dari binatang buas, terhindar dari bahaya-bahaya lainnya. Carilah tempat yang tidak mudah tergenang air dan dekat dengan sumber air. Dan yang pasti carilah tempat yang memiliki pemandangan yang indah agar bisa menghilangkan stres dan memberikan rasa yang menyenangkan bagi para Penegak Bantara.
2. Lakukan kegiatan yang bermanfaat dan mengasah kemampuan.
Kegiatan-kegiatan yang bermanfaat akan menambah pengetahuan dan pengalaman bagi Penegak Bantara yang ikut dalam perkemahan. Sehingga kegiatan-kegiatan tersebut dapat diingat oleh Penegak Bantara. Kegiatan yang dilakukan jangan sampai banyak menguras tenaga dan pikiran peserta agar peserta tidak terlalu lelah sehingga tidak bisa melakukan kegiatan yang lainnya dengan maksimal.
3. Jangan melakukan kekerasan dan Pressing berlebihan
Dalam perkemahaan sering ada kekerasan fisik dan mental sehingga menimbulkan komentar-komentar yang tidak enak dalam perkemahan dan juga dapat menimbulkan dendam yang turun-menurun. Jika ada latihan berupa fisik, jangan terlalu berat latihannya, begitu juga dengan latihan mental, jangan sampai membuat mental Peserta menjadi turun setelah perkemahan.
4. Sebelum perkemahan lakukan persiapan yang maksimal
Persiapan maksimal akan menjadikan kegiatan Bantara menjadi lebih terencana dan berjalan sesuai dengan rencana. Rencanakan kegiatan secara terperinci, mulai dari hal sepele sampai dengan hal yang besar. Jika ada masalah, bicarakan dengan panitia lain dan pembina agar masalah tersebut bisa terselesaikan dengan baik.
5. Setelah melakukan perkemahan, lakukan evaluasi dan perayaan
Setelah melakukan perkemahan, lakukan evaluasi untuk mengetahui kekurangan yang ada selama kegiatan. Evaluasi dilakukan oleh Penegak Bantara dan juga panitia. Masing-masing mengutarakan kekurangan masing-masing agar lebih jelas kekurangannya, hindari kemarahan dan dendam dalam evaluasi. Setelah melakukan evaluasi, lakukan perayaan yang dapat berupa pentas seni untuk mengungkapkan kegembiraan yang mereka rasakan selama perkemahan,
Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu :
- Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA
- Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
- Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.
- Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.
Sejarah Pramuka Indonesia
Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.
Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).
Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961.
Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu.
Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial).
Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.
Siang ini, kami berdua mengikuti lomba blogger yang diadakan oleh Kwaran Lamongan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang berlengsung pada tanggal 10 November 2011.Walaupun sudah lewat satu hari, namun kemeriahan masih nampak di wajah para pelajar yang mengikuti lomba membuat blog ini. Saat ini ada 9 tim dari sekolah masng – masing yang mewakili sekolah mereka. Saya dengan teman saya Rifki mewakili SMAN 2 Lamongan. Tetapi ada pula anak SMP yang ikut dalam perlombaan ini. Ya.. memang lomba ini diikuti oleh anak – anak sekolah SMP dan SMA. Meskipun begitu terlihat mereka serius untuk memeangkan perlombaan ini untuk mangharumkan nama sekolah mereka masing – masing.
Sekolah ini berdiri pada tahun 1964 yang kala itu dipimpin oleh Drs. Hartono selaku Kepala Sekolah, konon waktu itu Perusahaan Listrik Negara(PLN) belum semua menjangkau wilayah Kabupaten Lamongan, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sekolah, baik penerangan maupun untuk pratikum harus menggunakan Diesel yang kapasitasnya juga terbatas, maklum waktu itu anggaran pemerintah untuk pendidikan sangat terbatas. Meskipun dengan sarana dan prasarana yang sangat terbatas tersebut, Kepala Sekolah dengan didukung oleh semua dewan guru tetap konsisten dan bekerja keras untuk memberikan pendidikan yang terbaik buat siswa siswinya, serta berusaha keras untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang berkualitas, mandiri, dan siap berkompetisi . Dan pada tahun 1970 sampai 1977 sekolah ini dipimpin oleh Bapak Suyitno Wignyo Subroto.Seiring berjalannya waktu, serta kondisi perekonomian Pemerintah yang sudah membaik, maka pada tahun 1977 SMA Negeri Lamongan, berubah menjadi Sekola Menengah Pembangunan Persiapan) SMPP yang waktu itu dipimpin oleh Bapak R. Moch.Arief, BA, perubahan nama sekolah juga diikuti perubahan kurikulum yang mendasar, sebab kenyataannya dalam kurikulum ini ada materi antara lain ; pertukangan, elektro, otomotif dll. sehingga diharapkan lulusan-lulusan dari sekolah ini, nantinya siap dipekerjakan baik di instansi pemerintah maupun swasta.
Kemudian pada tahun 1986 sekolah ini mengalami perubahan nama, dari SMPP menjadi SMA Negeri 2 (Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Lamongan) dan dipimpin oleh Bapak Nuridi BA, dari Surabaya, saat itulah sekolah ini banyak mengalami perubahan dari segi prestasi Akademik maupun non akademik sayang kepemimpinan beliau ini tidak begitu lama, sebab, pada tahun 1990 beliau harus pindah tugas ke Jakarta, dan Kepala kepemimpinan ini digantikan oleh Bapak Bambang Sunarjo, BA, juga dari Surabaya, kemudian pada tahun 1994 sampai dengan 1998 sekolah ini pertama kali dipimpin oleh putra derah asli Lamongan yaitu Drs. H. Fanani, MM, kemudian pada tahun 1998 sampai dengan 2003 sekolah ini dipimpin oleh Drs. H. Suhud, MM, dan pada tahun 2003 hingga 31 Juli 2008 sekolah ini dipimpin oleh Drs. H. Madhelan,MM.
Beliau juga putra derah asli Lamongan, beliau dibesarkan di SMA Negeri 2 Lamongan, sehingga semenjak kepemimpinan beliau, sekolah ini mengalami kemajuan yang sangat pesat baik prestasi Akademik maupun non Akademik, sebab diera kepemimpin beliau , prestasi akademik sekolah ini mampu berkompetisi ditingkat Internasional dengan diperolehnya medali perak di Olimpiade Kimia di Korea Selatan atas nama Chabib Kumaini.
Dan sejak 1 Agustus 2008 sekolah ini di pimpin oleh Bpk. Drs. H. Kasrip, MM, beliau juga putra derah asli Lamongan, belia dikenal sangat ramah dengan para stafnya, baik kepada para bapak ibu guru, maupun karyawan, meskipun kepemimpinannya baru beberapa bulan, namun beliau telah membuat prestasi yang luar biasa, beliau bekerjasama dengan Komite Sekolah, dan didukung oleh semua elemen yang ada, pada tahun pelajaran 2009/1010 ini sekolah ini telah mencanangkan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (R-SMA-BI), Alhamdulilah berkat dukungan para pembaca, pada Tgl. 23 September 2009 SMA Negeri 2 secara resmi dinyatakan Lolos Verifikasi sebagai penyelenggara Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (R-SMA-BI). Sekarang SMA N 2 LAMONGAN di pimpin oleh H. KUSNAN M Z, MM. Seorang sosok kepala sekolah yang baik, ramah juga peduli terhadap murid-muridnya dan selalu ingin mengembangkan kreatifitas mereka.
Kemudian pada tahun 1986 sekolah ini mengalami perubahan nama, dari SMPP menjadi SMA Negeri 2 (Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Lamongan) dan dipimpin oleh Bapak Nuridi BA, dari Surabaya, saat itulah sekolah ini banyak mengalami perubahan dari segi prestasi Akademik maupun non akademik sayang kepemimpinan beliau ini tidak begitu lama, sebab, pada tahun 1990 beliau harus pindah tugas ke Jakarta, dan Kepala kepemimpinan ini digantikan oleh Bapak Bambang Sunarjo, BA, juga dari Surabaya, kemudian pada tahun 1994 sampai dengan 1998 sekolah ini pertama kali dipimpin oleh putra derah asli Lamongan yaitu Drs. H. Fanani, MM, kemudian pada tahun 1998 sampai dengan 2003 sekolah ini dipimpin oleh Drs. H. Suhud, MM, dan pada tahun 2003 hingga 31 Juli 2008 sekolah ini dipimpin oleh Drs. H. Madhelan,MM.
Beliau juga putra derah asli Lamongan, beliau dibesarkan di SMA Negeri 2 Lamongan, sehingga semenjak kepemimpinan beliau, sekolah ini mengalami kemajuan yang sangat pesat baik prestasi Akademik maupun non Akademik, sebab diera kepemimpin beliau , prestasi akademik sekolah ini mampu berkompetisi ditingkat Internasional dengan diperolehnya medali perak di Olimpiade Kimia di Korea Selatan atas nama Chabib Kumaini.
Dan sejak 1 Agustus 2008 sekolah ini di pimpin oleh Bpk. Drs. H. Kasrip, MM, beliau juga putra derah asli Lamongan, belia dikenal sangat ramah dengan para stafnya, baik kepada para bapak ibu guru, maupun karyawan, meskipun kepemimpinannya baru beberapa bulan, namun beliau telah membuat prestasi yang luar biasa, beliau bekerjasama dengan Komite Sekolah, dan didukung oleh semua elemen yang ada, pada tahun pelajaran 2009/1010 ini sekolah ini telah mencanangkan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (R-SMA-BI), Alhamdulilah berkat dukungan para pembaca, pada Tgl. 23 September 2009 SMA Negeri 2 secara resmi dinyatakan Lolos Verifikasi sebagai penyelenggara Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (R-SMA-BI). Sekarang SMA N 2 LAMONGAN di pimpin oleh H. KUSNAN M Z, MM. Seorang sosok kepala sekolah yang baik, ramah juga peduli terhadap murid-muridnya dan selalu ingin mengembangkan kreatifitas mereka.










